Kamis, 03 Desember 2009



Kegagalan dan kegagalan
Menyapa inzan tak pernah bosan
Menghadirkan ragu…takut…dan keputusasaan
Menguncang gunung ketegaran
Bahkan menghanyutkan semangat dan kekuatan

Kehancuran bagai anak panah yang menusuk hati
Merampas nyawa dari raga ini
Membelenggu hati dan melumpuhkan pikiran
Memasung dalam jeruji ketakberdayaan

“Lepaskan!” teriakku
Frustasi malah menertawakanku
Aku menggeliat sekuat tenaga
Peluh mengucur deras
Aku lemas

Dari kejauhan, samar kulihat seseorang datang
Lengkap dengan alat-alat perang
Bersama prajurit pilihan
Dengan semangat keperwiraan
Bersuara lantang, “Enyahlah darinya!
Serbuuuuuuu! Lenyapkan semua!”

Aku sembunyi dibalik pohon
Menggigil karena ketakutan
Pelan-pelan suasana menjadi sunyi
Hentakkan sepatumu mendekatiku. Aku pun bertambah ngeri

Tegakkan kepalamu!
Kubranikan diri, menatapmu
Kau tersenyum, mengulurkan tangan
Membatuku berdiri
Ayunkan langkahmu! ujarnya
Dan sekarang aku tahu, aku tak sendiri

Kau sahabat yang selalu datang saat aku dalam kesulitan
“Jangan segan!
Nyawaku… juga akan ku pertaruhkan,
Jika suatu saat kau butuhkan.”
Aku bangga dapati dirimu seadanya..
kupikir, pantaslah dirimu kutemani
aku bahagia, sungguh ingin terurai kata...
KAULAH SAHABATKU....

bila hari-harimu berselimutkan duka
kudoakan Damai bagimu
bila hari-harimu tertimpa bahaya
kudoakan KASIH bagimu

bila hari-harimu berlarut ceria
kudoakan BAHAGIA bersamamu

selama matahari masih terbit dan tenggelam
selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya
selama panas dan hujan masih silih berganti
AKULAH SAHABATMU

bersama kita merangkai KARSA
bersama kita menyusun CERITA
bersama kita satukan ASA
berjalan terus bersama CINTA

bila mungkin adanya, kita kan bersama
selalu dan selamanya
dalam doa dan pinta......
BAHAGIA....
Marizky Arfandi

Pengikut